Sabtu, 24 April 2010

ANUGRAH ALLAH YANG TERINDAH

Hidup adalah Anugrah

Menikmati apa yang kita miliki, di tengah banyaknya orang yang memiliki tanpa bisa menikmati
Melihat ke bawah, di tengah pongahnya orang yang selalu mendongak ke atas

Betapa banyak orang lumpuh menjadi inspirasi Mengukir karya tanpa peduli keterbatasan diri

Seolah mengejekku yang diam di tengah berlimpahnya nikmat Ilahi

Hidup adalah belajar untuk tinggal bersama dengan langit dan bumi

-Memahami ramahnya saat kita kasihi

-Memahami marahnya saat kita sakiti

-Langit bumi bukanlah warisan ayah bunda yang bisa kita nikmati

-Melainkan harta tak ternilai untuk dilindungi

-Agar anak cucu kita bahagia di masa depan nanti

Hidup adalah sebuah timbangan yang harus ditegakkan

Antara terbatasnya waktu kita dengan banyaknya amanah yang kita pikul

Antara mendahulukan kewajiban dengan menuntut hak

Antara memberikan yang terbaik untuk segala sesuatu dengan apa yang miliki

Antara menunaikan yang wajib dengan menolak yang haram

Antara menghindari yang syubhat dengan melakukan yang mubah tanpa melebihi batas

-Hidup adalah akumulasi pilihan

-Mengevaluasi masa kini dari pilihan-pilihan di masa lalu

-Merancang masa depan dengan pilihan-pilihan di masa kini

-Kadang memilih dengan teliti, kadang dengan intuisi

-Tetap mengambil resikonya dan tetap menanggung konsekuensinya

Meski hidup penuh dengan masalah

Meski dosa dan kesalahan berulang

Aku harus tetap bertaubat dan meminta maaf

Maka mengambil pelajaran dari masalah

Tiba-tiba mendewasakanku saat terbangun di esok hari

Yang terberat bahwa hidup adalah internalisasi integritas

-Dengan kecilnya mulut kita, mengungkapkan apa yang kita yakini

-Dengan kecilnya tangan kita, berjuang untuk melakukan yang telah kita ungkapkan

-Tuhan, Engkau telah turunkan petunjuk hidup ini

-Tiada sesuatu yang Engkau ciptakan dengan sia-sia

-Maha Besar Engkau, maka lindungi aku dari api neraka.

Hidup adalah Anugrah

Menikmati apa yang kita miliki, di tengah banyaknya orang yang memiliki tanpa bisa menikmati
Melihat ke bawah, di tengah pongahnya orang yang selalu mendongak ke atas

Betapa banyak orang lumpuh menjadi inspirasi Mengukir karya tanpa peduli keterbatasan diri

Seolah mengejekku yang diam di tengah berlimpahnya nikmat Ilahi

Hidup adalah belajar untuk tinggal bersama dengan langit dan bumi

-Memahami ramahnya saat kita kasihi

-Memahami marahnya saat kita sakiti

-Langit bumi bukanlah warisan ayah bunda yang bisa kita nikmati

-Melainkan harta tak ternilai untuk dilindungi

-Agar anak cucu kita bahagia di masa depan nanti

Hidup adalah sebuah timbangan yang harus ditegakkan

Antara terbatasnya waktu kita dengan banyaknya amanah yang kita pikul

Antara mendahulukan kewajiban dengan menuntut hak

Antara memberikan yang terbaik untuk segala sesuatu dengan apa yang miliki

Antara menunaikan yang wajib dengan menolak yang haram

Antara menghindari yang syubhat dengan melakukan yang mubah tanpa melebihi batas

-Hidup adalah akumulasi pilihan

-Mengevaluasi masa kini dari pilihan-pilihan di masa lalu

-Merancang masa depan dengan pilihan-pilihan di masa kini

-Kadang memilih dengan teliti, kadang dengan intuisi

-Tetap mengambil resikonya dan tetap menanggung konsekuensinya

Meski hidup penuh dengan masalah

Meski dosa dan kesalahan berulang

Aku harus tetap bertaubat dan meminta maaf

Maka mengambil pelajaran dari masalah

Tiba-tiba mendewasakanku saat terbangun di esok hari

Yang terberat bahwa hidup adalah internalisasi integritas

-Dengan kecilnya mulut kita, mengungkapkan apa yang kita yakini

-Dengan kecilnya tangan kita, berjuang untuk melakukan yang telah kita ungkapkan

-Tuhan, Engkau telah turunkan petunjuk hidup ini

-Tiada sesuatu yang Engkau ciptakan dengan sia-sia

-Maha Besar Engkau, maka lindungi aku dari api neraka.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Template by STR from Minima retouched by Nyahoo | ics - id | ADxMenu |